Skip to main content

Posts

Perspektif: People Power ala Indonesia

Analisis Anekdot People Power---Atmosfir pemilu tahun 2019 berbeda dengan pemilu-pemilu yang pernah dilaksanakan terdahulu di Indonesia. Hal ini ditandai dengan adanya gembar-gembor gerakan people power. Tokoh di balik isu gerakan tersebut adalah Amien Rais, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
Amien Rais merupakan tokoh politisi senior di Indonesia yang sangat dihormati oleh beberapa orang yang berkecimpung di dunia perpolitikan Indonesia. Baik yang tokoh-tokoh politik senior maupun tokoh-tokoh junior yang masih awam dengan dunia perpolitikan. Tetapi, dari semua track record beliau di dunia perpolitikan sangat disayangkan perkataan mengenai people power muncul saat kondisi bangsa camuh gara-gara penghitungan quick poll dari berbagai lembaga-lembaga survey nasional yang memenagkan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf dengan perolehan suara 54,5%. Tentu hal ini sebagai pemicu sikap sepihak Amien Rais tersebut.
Analisis berdasarkan sejarah dari people power yang pertama kali atau yang menjadi awal…

Pahlawan Demokrasi | Pemilu 2019

Percakapan ini merupakan hal yang fiktif, apabila ada kesamaan dalam hal setting berarti memang sama. Dan itu merupakan kebanggaan. Pada suatu hari, setelah pesta demokrasi di suatu negeri yang rakyatnya baik hati. (ket: R=Rakyat, P=Penguasa) R : “Pak, banyak anggota KPPS yang sakit dan meningeal dunia setelah pemilu?” P : “Yaaa..saya tahu itu, patut diapresiasi pengorbanan mereka yang telah gugur di medan pertempuran.” R : “Medan pertempuran? Maksud Bapak bagaimana?” (dengan raut muka kebingungan) P : “Yaaa..mereka itu yang gugur di TPS-TPS saat pemilu. Mereka kan menjalankan tugasnya dengan maksimal dan professional.” R : “Bukannya istilah gugur itu identic dengan pahlawan, Pak?” P : “Yaaa..tepat sekali pernyataan anda. Sebutan pahlawan layak disematkan pada anggota-anggota KPPS yang meninggal di medan tugas. Mereka itu layak disebut pahlawan demokrasi.” R : “Wah, saya kira untuk menjadi pahlawan harus berperang dulu melawan musuh-musuh negara yang membahayakan kesatuan dan persatuan bangsa.…

Definisi Anekdot dan Negeri | Anekdot Negeri

Menurut wikipedia, anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot sendiri selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Jadi, berdasarkan bebrapa uraian di atas dapat kita tarik suatu simpulan bahwa anekdot adalah sebuah cerita yang memiliki unsur lucu, mengesankan, sehingga menarik untuk dibaca. Teks anekdot biasanya berisi sindirian yang ditujukan kepada seseorang. Tetapi, sindiran tersebut memang nyata ada pada diri yang disindir. Definisi negeri menurut KBBI adalah tanah tempat tinggal suatu bangsa. Di dalam bangsa terdapat suatu susunan pemerintahan yang terdiri dari beberapa orang dengan tujuan yang sama dan satu. Yaitu memajukan, mensejahterakan, mem…

Kata Penguasa: Mati Adalah Nasib | Narasi Negeriku

Wawancara yang akan mengubah cara pandang dan berpikirmu mengenai konsep nyawa. Pada siang hari itu gedung pemerintahan daerah di sebuah pulau yang kaya sedang ada apel. Mendapati itu, warawan langsung menggeruduk pejabat yang sangat berpengaruh di pulau tersebut. dengan mencecar beberapa pertanyaan mengenai problematika yang terjadi di daerahnya. (Note: W=Wartawan, P=Pejabat) W: “Pak, bagaimana pendapat bapak mengenai bekas galian lubang bekas tambang di daerah bapak?” P: “Tanggapan yang bagaimana?” W: “Banyak masyarakat sekitar bekas galian tersebut tercebur di situ. Ya, ada ratusan koraban jiwa. Bagaimana pendapat bapak mengenai hal tersebut?” P: “Ya sudah nasibnya.” W: “Ha?Maksudnya pak?” P: “Sudah nasibnya mati di situ.” W: “Berarti maksud bapak warga yang meninggal, yang jadi korban lubang bekas tambang tersebut memang sudah nasibnya mati di situ? Saya bingung, padahal sebelum ada bekas galian tambang warga aman-aman saja.” P: “Ya salah mereka kenapa tetap mandi di situ. Kan sudah ada pem…

Petisiku, Boomerangku

Petisiku, Boomerangku / Kasus Audrey, di Pontianak

Kasus pembullyan yang terjadi baru-baru ini menyita banyak perhatian publik. Bagaimana tidak, baru 1x24 jam sudah sekitar 2 juta orang menandatangani petisi online. Wow, dengan perkembangan dunia digital yang sangat massif ini memang sudah bukan rahasia lagi apabila suatu berita dapat viral sampai ke pelosok negeri dengan beragam bentuk narasi yang sangat apik dan elegan. Dunia medsos penuh dengan tagar #JusticeForAudrey. Sampai-sampai mengundang perhatian para youtuber, selebgram, elite politik, bahkan presiden. Rasa empati dan peduli dari semua pihak, menutupi fakta-fakta sebenarnya yang terjadi di TKP(Tempat Kejadian Perkara) pembullyan. Saking liarnya media, saking hiperbolanya berita membuat setiap orang yang membacanya tertipu dan terpedaya. Fakta pertama, hasil visum menunjukkan bahwa tidak ada luka atau lebam bahkan robek pun pada selaput ‘keparawanan’ seperti yang diberitakan itu tidak terbukti. Berita yang selama ini terseba…

Quotes Renungan dan Sindiran Untuk Negeri, Part 1

"Seakan meludahi di atas tubuh yang resah dalam mengharap dan menuntut keadilan, dengan congkak kau bejalan mendongak ke atas dagumu, pandanganmu tanpa mempedulikan yang ada di bawahmu. Bagaimana bisa kau berjalan mengabaikan atasanmu (rakyat)? Sumpahmu hanya sebuah formalitas yang tidak sesuai dengan realitas. Masih ingatkah pertama kali menarik hati kami (rakyat)? kau rela menjadi apa saja, kau rela mengorbankan semuanya. Tapi apa kini? kau korbankan kami.

"Kacang lupa kulitnya Pribahasa lama di atas tidak akan lekang oleh waktu. Nampaknya tepat menggambarkan kondisi wakil rakyat yang seharusnya kembali untuk rakyat sebagai bentuk pengabdian dan pelaksanaan sumpah jabatan. Wakil rakyat dari rakyat, dipilih oleh rakyat karena percaya mampu mewakilkan suara-suara rakyat yang dibungkam dan diambil hak-haknya sebagai rakyat. Bukan malah sebaliknya. Membungkam rakyat, mematikan rakyat, memperbudak rakyat.

"Untuk membangun infrastruktur, jangan korbankan kami (rakyat) …

Anekdot : Motivasi Pembentukan Komnas Perlindungan Hewan, pemerkosaan hewan

Indonesia perlu Komnas Perlindungan Hewan. Ketidakadilan terhadap hak asasi nampaknya tidak hanya terjadi di dunia permanusiaan tetapi sekarang sudah meranjah ke dunia perhewanan. Bukan hewan yang mengambil hak-nya si manusia, tetapi si manusia yang mengambil hak-nya si hewan. Aneh dan miris memang apabila kita di hadapkan dengan realita tersebut. Tuhan sudah menganugerahkan akal kepada manusia sebagai pembeda di antara makhluk-makhluk lainnya, agar digunakan sebagaimana mestinya. Pertanyaannya sekarang adalah apakah oknum manusia yang memperkosa dan mengambil hak makhluk lain yang notaben tidak mempunyai akal (hewan) tersebut dapat dikatakan ‘ada’ otak dan seperangkat akalnya di dalam kepalanya? Silahkan jawab di kolom komentar.
Baru-baru ini ada berita pemerkosaan hewan di daerah Panggung Rejo, Sukoharjo, Pringsewu yang membuat warga net tecengang karena ulah oknum manusia yang dengan sangat tidak bertanggung jawab memperkosa 1 ekor kambing, dan 1 ekor sapi. Mungkin sudah saking ‘kebe…