Skip to main content

Posts

Petisiku, Boomerangku

Petisiku, Boomerangku / Kasus Audrey, di Pontianak

Kasus pembullyan yang terjadi baru-baru ini menyita banyak perhatian publik. Bagaimana tidak, baru 1x24 jam sudah sekitar 2 juta orang menandatangani petisi online. Wow, dengan perkembangan dunia digital yang sangat massif ini memang sudah bukan rahasia lagi apabila suatu berita dapat viral sampai ke pelosok negeri dengan beragam bentuk narasi yang sangat apik dan elegan. Dunia medsos penuh dengan tagar #JusticeForAudrey. Sampai-sampai mengundang perhatian para youtuber, selebgram, elite politik, bahkan presiden. Rasa empati dan peduli dari semua pihak, menutupi fakta-fakta sebenarnya yang terjadi di TKP(Tempat Kejadian Perkara) pembullyan. Saking liarnya media, saking hiperbolanya berita membuat setiap orang yang membacanya tertipu dan terpedaya. Fakta pertama, hasil visum menunjukkan bahwa tidak ada luka atau lebam bahkan robek pun pada selaput ‘keparawanan’ seperti yang diberitakan itu tidak terbukti. Berita yang selama ini terseba…

Quotes Renungan dan Sindiran Untuk Negeri, Part 1

"Seakan meludahi di atas tubuh yang resah dalam mengharap dan menuntut keadilan, dengan congkak kau bejalan mendongak ke atas dagumu, pandanganmu tanpa mempedulikan yang ada di bawahmu. Bagaimana bisa kau berjalan mengabaikan atasanmu (rakyat)? Sumpahmu hanya sebuah formalitas yang tidak sesuai dengan realitas. Masih ingatkah pertama kali menarik hati kami (rakyat)? kau rela menjadi apa saja, kau rela mengorbankan semuanya. Tapi apa kini? kau korbankan kami.

"Kacang lupa kulitnya Pribahasa lama di atas tidak akan lekang oleh waktu. Nampaknya tepat menggambarkan kondisi wakil rakyat yang seharusnya kembali untuk rakyat sebagai bentuk pengabdian dan pelaksanaan sumpah jabatan. Wakil rakyat dari rakyat, dipilih oleh rakyat karena percaya mampu mewakilkan suara-suara rakyat yang dibungkam dan diambil hak-haknya sebagai rakyat. Bukan malah sebaliknya. Membungkam rakyat, mematikan rakyat, memperbudak rakyat.

"Untuk membangun infrastruktur, jangan korbankan kami (rakyat) …

Anekdot : Motivasi Pembentukan Komnas Perlindungan Hewan, pemerkosaan hewan

Indonesia perlu Komnas Perlindungan Hewan. Ketidakadilan terhadap hak asasi nampaknya tidak hanya terjadi di dunia permanusiaan tetapi sekarang sudah meranjah ke dunia perhewanan. Bukan hewan yang mengambil hak-nya si manusia, tetapi si manusia yang mengambil hak-nya si hewan. Aneh dan miris memang apabila kita di hadapkan dengan realita tersebut. Tuhan sudah menganugerahkan akal kepada manusia sebagai pembeda di antara makhluk-makhluk lainnya, agar digunakan sebagaimana mestinya. Pertanyaannya sekarang adalah apakah oknum manusia yang memperkosa dan mengambil hak makhluk lain yang notaben tidak mempunyai akal (hewan) tersebut dapat dikatakan ‘ada’ otak dan seperangkat akalnya di dalam kepalanya? Silahkan jawab di kolom komentar.
Baru-baru ini ada berita pemerkosaan hewan di daerah Panggung Rejo, Sukoharjo, Pringsewu yang membuat warga net tecengang karena ulah oknum manusia yang dengan sangat tidak bertanggung jawab memperkosa 1 ekor kambing, dan 1 ekor sapi. Mungkin sudah saking ‘kebe…