Skip to main content

Posts

Quotes Renungan dan Sindiran Untuk Negeri, Part 1

"Seakan meludahi di atas tubuh yang resah dalam mengharap dan menuntut keadilan, dengan congkak kau bejalan mendongak ke atas dagumu, pandanganmu tanpa mempedulikan yang ada di bawahmu. Bagaimana bisa kau berjalan mengabaikan atasanmu (rakyat)? Sumpahmu hanya sebuah formalitas yang tidak sesuai dengan realitas. Masih ingatkah pertama kali menarik hati kami (rakyat)? kau rela menjadi apa saja, kau rela mengorbankan semuanya. Tapi apa kini? kau korbankan kami.

"Kacang lupa kulitnya Pribahasa lama di atas tidak akan lekang oleh waktu. Nampaknya tepat menggambarkan kondisi wakil rakyat yang seharusnya kembali untuk rakyat sebagai bentuk pengabdian dan pelaksanaan sumpah jabatan. Wakil rakyat dari rakyat, dipilih oleh rakyat karena percaya mampu mewakilkan suara-suara rakyat yang dibungkam dan diambil hak-haknya sebagai rakyat. Bukan malah sebaliknya. Membungkam rakyat, mematikan rakyat, memperbudak rakyat.

"Untuk membangun infrastruktur, jangan korbankan kami (rakyat) …

Anekdot : Motivasi Pembentukan Komnas Perlindungan Hewan, pemerkosaan hewan

Indonesia perlu Komnas Perlindungan Hewan. Ketidakadilan terhadap hak asasi nampaknya tidak hanya terjadi di dunia permanusiaan tetapi sekarang sudah meranjah ke dunia perhewanan. Bukan hewan yang mengambil hak-nya si manusia, tetapi si manusia yang mengambil hak-nya si hewan. Aneh dan miris memang apabila kita di hadapkan dengan realita tersebut. Tuhan sudah menganugerahkan akal kepada manusia sebagai pembeda di antara makhluk-makhluk lainnya, agar digunakan sebagaimana mestinya. Pertanyaannya sekarang adalah apakah oknum manusia yang memperkosa dan mengambil hak makhluk lain yang notaben tidak mempunyai akal (hewan) tersebut dapat dikatakan ‘ada’ otak dan seperangkat akalnya di dalam kepalanya? Silahkan jawab di kolom komentar.
Baru-baru ini ada berita pemerkosaan hewan di daerah Panggung Rejo, Sukoharjo, Pringsewu yang membuat warga net tecengang karena ulah oknum manusia yang dengan sangat tidak bertanggung jawab memperkosa 1 ekor kambing, dan 1 ekor sapi. Mungkin sudah saking ‘kebe…

Anekdot : Negeri Sampah Part. 1, Bahasa Indonesia

Anak-anak memiliki daya ingat yang sangat tajam. Karena itulah sering kali disebut dengan generasi emas. Pernah ada pepatah kuno yang berbunyi “belajar di waktu kecil, bagaikan mengukir di atas batu, belajar di waktu besar bagaikan mengukir di atas air.” Jadi apapun yang kita berikan atau kita sampaikan akan mudah diserap dalam imajinasinya. Maka dari itu berikan dan sampaikan hal-hal yang bermanfaat untuk masa depannya, karena akan mudah diingatnya.
Di suatu sekolahan TK (Taman Kanak-kanak) Ibu guru sedang menjelaskan mengenai cara menjaga lingkungan sekitar dari berbagai sampah. Saat Bu guru sedang menjelaskan mengenai cara menjaga lingkungan dari sampah ada salah satu murid yang bertanya.
Ucrit : “Bu, sampah itu apa sih sebenarnya? Aku ko masih bingun?” Bu Guru : “Sampah itu merupakan segala benda yang sudah tidak terpakai dan tidak mempunyai nilai guna, Ucrit.” Ucrit : “Ooo gitu ya Bu.” Bu Guru : “Iya, Ucrit. Maka dari itu, kita harus senantiasa menjaga lingkungan dengan tidak membuang…