Skip to main content

Posts

Showing posts with the label motivasi

Cara Mengatasi Mafia Bola, PSSI Bisa Apa?

Mafia bola. Pagi yang segar dan fresh (otaknya), terdapat rapat kecil-kecilan di kantor abal-abal namanya. Kebetulan sedang membahas tentang mafia bola yang sedang viral itu. A : “Bagaimana rekan-rekan, ada solusi apa untuk mengatasi para mafia bola ini? Biar nanti saran terbaik bisa diajukan ke kepolisian.” B : “Nah yak aku ada ide..” A : “Ya sampaikan saja. Idenya, barangkali bisa menangkap seluruh mafia bola di negeri ini.” B : “Begini ide saya. Mafia dengan bola kan berbeda. Kenapa gak kita pisah saja mereka berdua?” A : “Maksudnya?” B : “Mafia kan orangnya. Kalau bola kan olahraga yang dikuasainya.” A : “Terus, bagaimana caranya?” B : “Ya dipisah. Kita bubarkan olahraga sepak bolanya. Otomatis mafia yang hidup di dalamnya bakalan ngacir mencari penghidupan lain.” A : “Out the box kali otak kau. Gak sampai otakku memikirkan itu.” B : “Sekadar mengingatkan. Sepak bola bisa hidup sendiri tanpa PSS*. Toh banyak tuh pertandingan sepak bola di desa-desa. Tournament tingkat RT/RW saja sudah beras…

Sinisme : Sudahkah Anda Bersyukur Hari Ini?

Pada suatu hari di suatu perkampungan kumuh. Hiduplah satu kepala keluarga pemulung yang beranggotan empat orang. Sebut saja namanya Sabar. Seorang pemulung yang hidup dan tinggal di pinggiran kota metropolitan. Sabar sendiri mempunyai satu orang Istri dan dua orang anak. Sebut saja ke dua anaknya Ikhal dan Juju. Ke dua anak Sabar berhenti bersekolah sejak SD, karena terkendala biaya. Tak jarang, ke dua anaknya tersebut membantu Sabar untuk memulung botol-botol bekas. Tak jarang mereka juga mengais sisa-sisa makanan yang ada untuk mengganjal perut mereka saat lelah menyusuri tiap-tiap gang di perkotaan. Sedangkan Istrinya berprofesi sebagai buruh cuci. Berangkat pagi, dan pulang sore hari merupakan rutinitas keluarga Sabar. Kumpul keluarga hanya pas malam hari saja untuk mengisahkan hal-hal yang mereka alami pada saat bekeja. Seperti namanya, Sabar merupakan tipe orang yang Sabar dalam segala hal yang terjadi di dalam hidupnya. Tetapi, yang paling Sabar tak mampu adalah saat kedua anakn…

Motivasi Hidup: Cebong vs Kampret

Pada suatu Rimba Raya hiduplah dua ekor makhluk hidup yang berbeda tempat. Dua makhluk itu kecebong dan kampret. Kehidupan mereka berdua berbeda alam. Kecebong hidup di air. Sedangkan kampret hidup di daratan. Mereka berdua bertemu saat kampret minum air di sungai yang kebetulan si cebong sedang asyik berenang dengan kawan-kawannya. Saling tertegun di antara mereka. “Hai, siapa kau?” Tanya kampret pada kumpulan cebong. “Kau yang siapa, seenaknya minum di sungai ini” Jawaban ketus dari salah satu cebong. “Seenaknya katamu?!Heh, Aku sudah sering minum dan istirahat di sungai ini. Toh ini kan untuk dinikmati bersama” Jawab kampret dengan nada esmosi. “Tak pernah lihat wajah jelek sepertimu sebelumnya, hahaha” Cletukan salah satu cebong membuat riuh yang mengakibatkan gelap tawa rombongan mereka. Sontak kampret menjawab perkataan cebong di tengah-tengah riuh tawa rombongannya. “Apa salahnya? Apa salahnya aku haus dan minum? Perkataan kampret membungkam riuh mereka. Semenjak kejadian itu, cebong d…