Skip to main content

Posts

Showing posts with the label koruptor

Anekdot : Negeri Sampah Part. 1, Bahasa Indonesia

Anak-anak memiliki daya ingat yang sangat tajam. Karena itulah sering kali disebut dengan generasi emas. Pernah ada pepatah kuno yang berbunyi “belajar di waktu kecil, bagaikan mengukir di atas batu, belajar di waktu besar bagaikan mengukir di atas air.” Jadi apapun yang kita berikan atau kita sampaikan akan mudah diserap dalam imajinasinya. Maka dari itu berikan dan sampaikan hal-hal yang bermanfaat untuk masa depannya, karena akan mudah diingatnya.
Di suatu sekolahan TK (Taman Kanak-kanak) Ibu guru sedang menjelaskan mengenai cara menjaga lingkungan sekitar dari berbagai sampah. Saat Bu guru sedang menjelaskan mengenai cara menjaga lingkungan dari sampah ada salah satu murid yang bertanya.
Ucrit : “Bu, sampah itu apa sih sebenarnya? Aku ko masih bingun?” Bu Guru : “Sampah itu merupakan segala benda yang sudah tidak terpakai dan tidak mempunyai nilai guna, Ucrit.” Ucrit : “Ooo gitu ya Bu.” Bu Guru : “Iya, Ucrit. Maka dari itu, kita harus senantiasa menjaga lingkungan dengan tidak membuang…

Sarkasme : Negara Paling Berani di Dunia

Pemulung Cerdas
Pada saat terik panas matahari si Jradul dan Bradul masih asik bekerja memilah sampah-sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di pinggir kota metropolitan. Tumpukan sampah bagi mereka berdua adalah berkah. Karena mata pencaharian utama mereka itu, jadi mau tidak mau harus berkecimpung dengan dunia persampahan.
Walaupun profesi mereka seorang pemulung bukan berarti halangan untuk terus belajar. Jangan salah, di rumah mereka banyak tumpukan-tumpukan buku bekas yang mereka ambil dari banyak TPS. Dari membaca buku-buku tersebut mereka belajar secara autodidak. Tak jarang mereka berdua sering melakukan diskusi-diskusi kecil sebagai sarana bertukar ilmu dan merembukkan masalah.
Pernah suatu ketika mereka mendapati koran yang isinya tentang korupsi berjamaah anggota DPRD. “Jra, lihat nih berita.” “Apaan, Bra” “Ini ni anggota DPRD korupsi.” “Halah sudah biasa itu mah. Tiap hari itu-itu aja beritanya.” “Ini lain Jra. Korupsinya berjamaan. Lihat nih (sambil menjulungkan koran) pakaiaa…

Sinisme : Sudahkah Anda Bersyukur Hari Ini?

Pada suatu hari di suatu perkampungan kumuh. Hiduplah satu kepala keluarga pemulung yang beranggotan empat orang. Sebut saja namanya Sabar. Seorang pemulung yang hidup dan tinggal di pinggiran kota metropolitan. Sabar sendiri mempunyai satu orang Istri dan dua orang anak. Sebut saja ke dua anaknya Ikhal dan Juju. Ke dua anak Sabar berhenti bersekolah sejak SD, karena terkendala biaya. Tak jarang, ke dua anaknya tersebut membantu Sabar untuk memulung botol-botol bekas. Tak jarang mereka juga mengais sisa-sisa makanan yang ada untuk mengganjal perut mereka saat lelah menyusuri tiap-tiap gang di perkotaan. Sedangkan Istrinya berprofesi sebagai buruh cuci. Berangkat pagi, dan pulang sore hari merupakan rutinitas keluarga Sabar. Kumpul keluarga hanya pas malam hari saja untuk mengisahkan hal-hal yang mereka alami pada saat bekeja. Seperti namanya, Sabar merupakan tipe orang yang Sabar dalam segala hal yang terjadi di dalam hidupnya. Tetapi, yang paling Sabar tak mampu adalah saat kedua anakn…