Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Berita

Media dan Etika | Terkait Meninggalnya Ani Yudhoyono

Sebelum membaca ini sebaiknya membaca motivasi perdamaian, agar asupan energi otak bertambah. Pada dasarnya media terbagi menjadi 2 (dua) kategori. Yang pertama, media sebagai sumber informasi. Dan yang kedua media sebagai wadah hiburan. Kedua-duanya jangan disamaratakan loh ya, karena sudah berbeda konteksnya. Namun, lucunya sekarang ini media punya kemampuan kamuflase layaknya bunglon. Tidak bisa membedakan waktu yang tepat untuk memberikan informasi dan hiburan, dua-duanya digabung bak gado-gado. Yang bingung tentu pemirsah di rumah.
Pernyataan ini mendasar karena sebagai rakyat sudah jengah dengan banyaknya pemberitaan yang itu-itu saja dan yang terbaru sudah tidak ada etikanya. Tidak perlu disebutkan nama media mana yang demikian tentu kalian sudah tahu, yang pastinya media pemberitaan. Keresahan ini muncul karena semakin hari apabila diperhatikan dengan saksama dan dalam tempo yang lama media pemberitaan sudah tidak terkendali. Ya memang Undang-Undang Indonesia memberikan kebeb…

Kasus Ratna Sarumpaet, JPU Menuntut 6 Tahun Penjara | PerspektifRakyat

Lucunya negeri ini bertambah dengan adanya kasus-kasus hoax (red: hoak). Yang lagi viral tahun ini adalah kasus penganiayaan tokoh pejuang HAM, pejuang perempuan, wonder womannya Indonesia (kata pembelanya loh ya). Ratna Sarumpaet. Seketika menyita banyak menyita awak media perihal muka lebam yang di uplodnya di jejaring sosial twitter dan sudah banyak dibagikan oleh banyak orang. Tangis dan hujatan (untuk si penganiaya) datang dari kerabat-kerabat dekatnya dari kelas politik dan aktivis. Apalagi saat berita itu booming, timingnya pas dengan pemilu 2019. Ya kesempatan dalam kesempitan untuk kerabat-kerabat dan rekan-rekan beliau untuk menggoreng dan mendramatisir kejadian.
Team oposisi. Team pertama yang merespon kasus Ratna Sarumpaet. Dengan emosi membara dan tanpa check and recheck terlebih dahulu mereka mengutuk perbuatan tersebut. terus bagaimana dengan kubu petahana? Adem ayem dan tetap stay cool saja. Saat diwawancara mereka menjawab “yaa serahkan saja kasusnya pada Kepolisian”…

Kejutan Pasca Aksi 22 Mei 2019, Emak-emak Penjual Senpi | SehatkanAkalmu

Sekarang lagi zamannya emak-emak jual senpi daripada ngocok arisan. Pasca aksi 22 Meibanyak memunculkan kejadian-kejadian menarik. Salah satunya tertangkapnya emak-emak penjual senpi jenis revolver Taurus dengan harga Rp. 50 jt. Emak-emak tersebut disenyalir mempunyai peran penyuplai senpi untuk membunuh 4 tokoh Nasional dan pimpinan lembaga survey. Ia ditangkap tidak sendirian, bersama kelima rekannya yang memiliki tugas berbeda tentunya. Mereka dibagi menjadi beberapa tugas, ada yang menjadi eksekutor dan operator. Mungkin fatwa MUI benar mengharamkan game PUBG. Dampaknya yaa dapat kita saksikan pemirsa. Entah mungkin emak-emak tersebut kecanduan game apa yang pasti jenis gamenya tembak-tembakan, bukan Farm Frenzy. Coba bayangkan kalau emak-emak tersebut naik motor reting kanan beloknya kekiri terus lo protes. Apa gak didor pala kau. Ya sedikit demi sedikit hama Negeri ini mulai tertangkap Polisi. Terimakasih untuk Polri yang sudah berjihad membela ibu pertiwi ini mati-matian. You are…

Perspektif: People Power ala Indonesia

Analisis Anekdot People Power---Atmosfir pemilu tahun 2019 berbeda dengan pemilu-pemilu yang pernah dilaksanakan terdahulu di Indonesia. Hal ini ditandai dengan adanya gembar-gembor gerakan people power. Tokoh di balik isu gerakan tersebut adalah Amien Rais, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
Amien Rais merupakan tokoh politisi senior di Indonesia yang sangat dihormati oleh beberapa orang yang berkecimpung di dunia perpolitikan Indonesia. Baik yang tokoh-tokoh politik senior maupun tokoh-tokoh junior yang masih awam dengan dunia perpolitikan. Tetapi, dari semua track record beliau di dunia perpolitikan sangat disayangkan perkataan mengenai people power muncul saat kondisi bangsa camuh gara-gara penghitungan quick poll dari berbagai lembaga-lembaga survey nasional yang memenagkan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf dengan perolehan suara 54,5%. Tentu hal ini sebagai pemicu sikap sepihak Amien Rais tersebut.
Analisis berdasarkan sejarah dari people power yang pertama kali atau yang menjadi awal…

Kata Penguasa: Mati Adalah Nasib | Narasi Negeriku

Wawancara yang akan mengubah cara pandang dan berpikirmu mengenai konsep nyawa. Pada siang hari itu gedung pemerintahan daerah di sebuah pulau yang kaya sedang ada apel. Mendapati itu, warawan langsung menggeruduk pejabat yang sangat berpengaruh di pulau tersebut. dengan mencecar beberapa pertanyaan mengenai problematika yang terjadi di daerahnya. (Note: W=Wartawan, P=Pejabat) W: “Pak, bagaimana pendapat bapak mengenai bekas galian lubang bekas tambang di daerah bapak?” P: “Tanggapan yang bagaimana?” W: “Banyak masyarakat sekitar bekas galian tersebut tercebur di situ. Ya, ada ratusan koraban jiwa. Bagaimana pendapat bapak mengenai hal tersebut?” P: “Ya sudah nasibnya.” W: “Ha?Maksudnya pak?” P: “Sudah nasibnya mati di situ.” W: “Berarti maksud bapak warga yang meninggal, yang jadi korban lubang bekas tambang tersebut memang sudah nasibnya mati di situ? Saya bingung, padahal sebelum ada bekas galian tambang warga aman-aman saja.” P: “Ya salah mereka kenapa tetap mandi di situ. Kan sudah ada pem…