Skip to main content

Kejutan Pasca Aksi 22 Mei 2019, Emak-emak Penjual Senpi | SehatkanAkalmu

sumber: fakta news.
sosok AF (penjual senpi revolver taurus)
bersama militan pendukung Prabowo-Sandi ternyata sosialita era Orba dulu


Sekarang lagi zamannya emak-emak jual senpi daripada ngocok arisan. Pasca aksi 22 Mei banyak memunculkan kejadian-kejadian menarik. Salah satunya tertangkapnya emak-emak penjual senpi jenis revolver Taurus dengan harga Rp. 50 jt. Emak-emak tersebut disenyalir mempunyai peran penyuplai senpi untuk membunuh 4 tokoh Nasional dan pimpinan lembaga survey. Ia ditangkap tidak sendirian, bersama kelima rekannya yang memiliki tugas berbeda tentunya. Mereka dibagi menjadi beberapa tugas, ada yang menjadi eksekutor dan operator.
Mungkin fatwa MUI benar mengharamkan game PUBG. Dampaknya yaa dapat kita saksikan pemirsa. Entah mungkin emak-emak tersebut kecanduan game apa yang pasti jenis gamenya tembak-tembakan, bukan Farm Frenzy.
Coba bayangkan kalau emak-emak tersebut naik motor reting kanan beloknya kekiri terus lo protes. Apa gak didor pala kau. Ya sedikit demi sedikit hama Negeri ini mulai tertangkap Polisi. Terimakasih untuk Polri yang sudah berjihad membela ibu pertiwi ini mati-matian. You are tha real Jihad. Menenangkan massa yang barbar dengan penuh kesabaran. Kalian dilempar bom Molotov kalian bertahan, malah bernego. Kalian dilempar batu, kalian bertahan. Berbekal peluru hampa, peluru karet, dan gas air mata kalian menenangkan massa yang menyerang beneran bahkan membahayakan nyawa.
Fitnah polisi aseng, fitnah komunis teralamat pada kalian. Mulut-mulut kotor penuh sampah orang-orang itu dengan seenak jidatnya seenak lambung dan ususnya memfitnah kalian Pak Pol. Tetapi kau balas dengan senyum perdamaian. Indonesia tentu tidak akan lupa dengan perkataan dari Alm. Gus Dur (al-fatihah sejenak buat beliau) soal “Gelandangan Politik”. Yaa benar, semua akhirnya terbukti. Kerjaannya mengemis dan menggelandang di mana-mana (harfiahnya loh). Perusuh Negara.
Terkait emak-emak yang sudah ditetapkan tersangka oleh Polisi. Jangan sampai ada emak-emak yang lain yang seperti itu. Karena emak-emak adalah symbol Negara Indonesia. Hanya Indonesia yang menyebut ‘Ibu Pertiwi’. Perlu digaris bawahi itu. Kalian pintu surge pertama anak-anakmu, berikan tauladan yang baik untuk mereka. Main game ya main game saja, jangan dipraktikkan juga di kehidupan nyata. Dan satu lagi, rekomendasi game yang cocok buat emak-emak itu Plant vs Zombie saja, jangan game-game war atau survive.

Salam Akal Sehat! Nyinyir lah sebelum dilarang!

Comments

Popular posts from this blog

Motivasi Hidup: Cebong vs Kampret

Pada suatu Rimba Raya hiduplah dua ekor makhluk hidup yang berbeda tempat. Dua makhluk itu kecebong dan kampret. Kehidupan mereka berdua berbeda alam. Kecebong hidup di air. Sedangkan kampret hidup di daratan. Mereka berdua bertemu saat kampret minum air di sungai yang kebetulan si cebong sedang asyik berenang dengan kawan-kawannya. Saling tertegun di antara mereka. “Hai, siapa kau?” Tanya kampret pada kumpulan cebong. “Kau yang siapa, seenaknya minum di sungai ini” Jawaban ketus dari salah satu cebong. “Seenaknya katamu?!Heh, Aku sudah sering minum dan istirahat di sungai ini. Toh ini kan untuk dinikmati bersama” Jawab kampret dengan nada esmosi. “Tak pernah lihat wajah jelek sepertimu sebelumnya, hahaha” Cletukan salah satu cebong membuat riuh yang mengakibatkan gelap tawa rombongan mereka. Sontak kampret menjawab perkataan cebong di tengah-tengah riuh tawa rombongannya. “Apa salahnya? Apa salahnya aku haus dan minum? Perkataan kampret membungkam riuh mereka. Semenjak kejadian itu, cebong d…

Ujian Akhir Sekolah (UAS) antara hidup dan mati

Kring…kring..kriing bel sekolah berbunyi menandakan siswa dan siswi untuk masuk kelas untuk Ujian Akhir Sekolah (UAS). Desas-desusnya ujian kali ini ketat se-level penjara federal. Karena siswa dan siswinya tidak boleh melakukan trik lama, yaitu mencontek atau sitilahnya ilmu tetangga. Sangking ketatnya, kemungkinan lolos mencontek hanya 99% saja. Mengapa tidak 100%? Karena yang Esa (satu) itu Tuhan. Hal inilah yang membuat para murid-murid ketakutan, bahkan sampai ada yang keringat dingin. “Pak, aturan UASnya memang begini kah dari pak Menteri? Tanya salah satu murid pada gurunya. “Yaa, begini nak. Lha emangnya bagaimana?” Jawab Guru. “Tahun kemarin kan kaka tingkat kami gak kayak gini loh pak” siswa tersebut nampak cemberut dan simpul di bibirnya simpul mati. “Yaa, mau bagaimana lagi nak. Bapak dan Ibu gurumu ndak bisa berbuat apa-apa, hanya menjalankan amanat dari atasan” Guru tersebut menerangkan alasan UAS mereka berbeda. “ehem..ehem..guk..gruk (suara daham seorang pengawas UAS memecah…

Sarkasme : RUU Permusikan

Pada suatu masa, ada seorang musisi yang mencari rejeki dari panggung yang satu ke panggung lainnya. Musisi tersebut sudah terkenal di seantero jagad pernikahan dan acara-acara undangan yang lainnya. Bukan karena wajahnya yang tampan dan tubuhnya tinggi semampai, tetapi karena berkat suaranya yang merdu lah dia dapat manggung dan menghidupi keluarga besarnya. Pada suatu ketika dia berkumpul dengan keluarga melihat siaran berita di televisi apa yang dilihatnya meubah segalanya. Sontak saja dia dan keluarga besarnya bingung dengan berita yang tayang tersebut. “Pak, bagaimana? Apa harus Papah berganti profesi saja jadi petani atau pengusaha saja?” Tanya Istri musisi tersebut. “Mungkin Negara kita ini mau berevolusi. Sampai harus membuat RUU Permusikan. Harus ini lah, harus itulah. Yang membuat jengah itu ya masa pelaku musik harus melalui uji kesetaraan lah, uji kompetensi lah. Masa Papah harus dites segala.” Jawab musisi tersebut. “Ya kalau Bapak mau sih ikut-ikut audisi yang kayak di acara…