Kasus Ratna Sarumpaet, JPU Menuntut 6 Tahun Penjara | PerspektifRakyat

sumber: kompas.tv

Lucunya negeri ini bertambah dengan adanya kasus-kasus hoax (red: hoak). Yang lagi viral tahun ini adalah kasus penganiayaan tokoh pejuang HAM, pejuang perempuan, wonder womannya Indonesia (kata pembelanya loh ya). Ratna Sarumpaet. Seketika menyita banyak menyita awak media perihal muka lebam yang di uplodnya di jejaring sosial twitter dan sudah banyak dibagikan oleh banyak orang. Tangis dan hujatan (untuk si penganiaya) datang dari kerabat-kerabat dekatnya dari kelas politik dan aktivis. Apalagi saat berita itu booming, timingnya pas dengan pemilu 2019. Ya kesempatan dalam kesempitan untuk kerabat-kerabat dan rekan-rekan beliau untuk menggoreng dan mendramatisir kejadian.

Team oposisi. Team pertama yang merespon kasus Ratna Sarumpaet. Dengan emosi membara dan tanpa check and recheck terlebih dahulu mereka mengutuk perbuatan tersebut. terus bagaimana dengan kubu petahana? Adem ayem dan tetap stay cool saja. Saat diwawancara mereka menjawab “yaa serahkan saja kasusnya pada Kepolisian”. Dan benar saja dalam waktu dekat Kepolisian mengungkapnya dan menyatakan bahwa penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet adalah rekayasa alias hoax semata.

Acara selanjutnya adalah klarifikasi. Permintaan maaf Ratna Sarumpaet dalam jumpa pers membuat kubu oposisi tersentak. Ia meminta maaf dengan semua pihak yang terkait karena sudah membuat gaduh jagat sosmed dan alam Negara berflowers ini. Tetapi poroses hukum tetap berjalan loh ya. Sekarang ini sudah sampai di ruang pengadilan, dan dituntun oleh jaksa penuntut umum hukuman 6 tahun penjara. Karena sudah membuat kegaduhan.
Tetap tidak menyadari kalau dirinya sudah membuat onar di jagad berflowers ini. “tuntutan JPU hiperbol” ujarnya. Sekarang waktu dan tempat Kami persilahkan untuk masyarakat barbar Negara berflowers untuk menilai kasus tersebut. Apakah berlebihan atau B AJA tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) tersebut ataukah kelakuan dari Ratna Sarumpaet dengan menyebar foto oplasnya yang berlebihan? Masyarakat sudah melek hukum loh.

Setiap perilaku pasti ada ganjarannya dan pertanggungjawabannya

Post a Comment

0 Comments