Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2019

Kasus Ratna Sarumpaet, JPU Menuntut 6 Tahun Penjara | PerspektifRakyat

Lucunya negeri ini bertambah dengan adanya kasus-kasus hoax (red: hoak). Yang lagi viral tahun ini adalah kasus penganiayaan tokoh pejuang HAM, pejuang perempuan, wonder womannya Indonesia (kata pembelanya loh ya). Ratna Sarumpaet. Seketika menyita banyak menyita awak media perihal muka lebam yang di uplodnya di jejaring sosial twitter dan sudah banyak dibagikan oleh banyak orang. Tangis dan hujatan (untuk si penganiaya) datang dari kerabat-kerabat dekatnya dari kelas politik dan aktivis. Apalagi saat berita itu booming, timingnya pas dengan pemilu 2019. Ya kesempatan dalam kesempitan untuk kerabat-kerabat dan rekan-rekan beliau untuk menggoreng dan mendramatisir kejadian.
Team oposisi. Team pertama yang merespon kasus Ratna Sarumpaet. Dengan emosi membara dan tanpa check and recheck terlebih dahulu mereka mengutuk perbuatan tersebut. terus bagaimana dengan kubu petahana? Adem ayem dan tetap stay cool saja. Saat diwawancara mereka menjawab “yaa serahkan saja kasusnya pada Kepolisian”…

Kejutan Pasca Aksi 22 Mei 2019, Emak-emak Penjual Senpi | SehatkanAkalmu

Sekarang lagi zamannya emak-emak jual senpi daripada ngocok arisan. Pasca aksi 22 Meibanyak memunculkan kejadian-kejadian menarik. Salah satunya tertangkapnya emak-emak penjual senpi jenis revolver Taurus dengan harga Rp. 50 jt. Emak-emak tersebut disenyalir mempunyai peran penyuplai senpi untuk membunuh 4 tokoh Nasional dan pimpinan lembaga survey. Ia ditangkap tidak sendirian, bersama kelima rekannya yang memiliki tugas berbeda tentunya. Mereka dibagi menjadi beberapa tugas, ada yang menjadi eksekutor dan operator. Mungkin fatwa MUI benar mengharamkan game PUBG. Dampaknya yaa dapat kita saksikan pemirsa. Entah mungkin emak-emak tersebut kecanduan game apa yang pasti jenis gamenya tembak-tembakan, bukan Farm Frenzy. Coba bayangkan kalau emak-emak tersebut naik motor reting kanan beloknya kekiri terus lo protes. Apa gak didor pala kau. Ya sedikit demi sedikit hama Negeri ini mulai tertangkap Polisi. Terimakasih untuk Polri yang sudah berjihad membela ibu pertiwi ini mati-matian. You are…

Motivasi Perdamaian Indonesia Untuk People Power 22 Mei 2019

Setelah pemilu 2019 usai banyak hal yang terjadi di Indonesia. Salah satunya aksi people power yang pernah terjadi tahun ’98 terulang kembali. Cuman bedanya massa tidak menggeruduk kantor DPR. Kemudian perbedaan lainnya adalah massa rata-rata berkopyah, bersorban, dan memakai baju koko/gamis. Sudahlah, lupakan politik identitas yang mengatas namakan SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan). Pengumuman pemenang pesta demokrasi (Pilpres dan Pileg) sudah berlalu. Sekarang tinggal menata hidup untuk kehidupan yang akan datang. Tidak terimanya hasil rekapitulasi KPU biarlah elite-elite politik yang bersengketa, jangan kita yang terus-menerus disengketakan. Cebong dan kampret sudah berakhir, sekarang semua sudah lebur jadi NKRI. Demo yang awal mula dengan jargon damai seketika berubah jadi rusuh merupakan bentuk rekayasa politik para elite-elite politik mengadu domba damainya demokrasi kerakyatan yang ada di Indonesia dengan membawa isu-isu SARA mereka memecah belah bangsa untuk meraih nafsu…

Perspektif: People Power ala Indonesia

Analisis Anekdot People Power---Atmosfir pemilu tahun 2019 berbeda dengan pemilu-pemilu yang pernah dilaksanakan terdahulu di Indonesia. Hal ini ditandai dengan adanya gembar-gembor gerakan people power. Tokoh di balik isu gerakan tersebut adalah Amien Rais, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
Amien Rais merupakan tokoh politisi senior di Indonesia yang sangat dihormati oleh beberapa orang yang berkecimpung di dunia perpolitikan Indonesia. Baik yang tokoh-tokoh politik senior maupun tokoh-tokoh junior yang masih awam dengan dunia perpolitikan. Tetapi, dari semua track record beliau di dunia perpolitikan sangat disayangkan perkataan mengenai people power muncul saat kondisi bangsa camuh gara-gara penghitungan quick poll dari berbagai lembaga-lembaga survey nasional yang memenagkan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf dengan perolehan suara 54,5%. Tentu hal ini sebagai pemicu sikap sepihak Amien Rais tersebut.
Analisis berdasarkan sejarah dari people power yang pertama kali atau yang menjadi awal…