Skip to main content

Definisi Anekdot dan Negeri | Anekdot Negeri



Menurut wikipedia, anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot sendiri selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
Jadi, berdasarkan bebrapa uraian di atas dapat kita tarik suatu simpulan bahwa anekdot adalah sebuah cerita yang memiliki unsur lucu, mengesankan, sehingga menarik untuk dibaca. Teks anekdot biasanya berisi sindirian yang ditujukan kepada seseorang. Tetapi, sindiran tersebut memang nyata ada pada diri yang disindir.
Definisi negeri menurut KBBI adalah tanah tempat tinggal suatu bangsa. Di dalam bangsa terdapat suatu susunan pemerintahan yang terdiri dari beberapa orang dengan tujuan yang sama dan satu. Yaitu memajukan, mensejahterakan, memakmurkan, dan pada intinya mensukseskan berdirinya negara. Kemudian muncul pertanyaan, siapakah orang-orang tersebut? jawabannya orang-orang tersebut adalah kumpulan orang (rakyat) yang diberi amanat atau diberi, dibebankan, dan dipercaya mewakilkan semua keluh kesah rakyat pada umumnya.
Nama blog ini “Anekdot Negeri” bertujuan untuk menggabungkan dua istilah tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh dan menarik untuk ditulis menjadi beberapa tulisan yang memiliki dua sisi berbeda. Dua sisi tersebut, yaitu sisi politik dan sisi jenakanya penguasa (pembuat kebijakan). Karena di dalam hidup ini saling bertolak belakang ada sisi baiknya dan ada sisi buruknya. Apabila dianalogikan, seperti baterai, ada kutub positif dan kutub negative yang keduanya saling bertolak belakang tetapi bisa menyatu karena perbedaan itu. Maka dari itu, perlunya cerita non-fiksi yang menarik dan menghibur hati rakyat agar tidak gundah, resah dan gelisah terhadap Negeri dan perangkat-perangkatnya (elite politik).
Setiap kali pemilu, entah Pileg maupun Pres semua tetap sama. Tetap rakyat yang kalah. Berlandaskan itu website atau blog ini terbentuk. Menampung segala narasi Negeri dari tiap-tiap hati yang tersakiti oleh wakilnya sendiri. sarkasme, sinisme, dan frontalisme semua ada di dalam substansi blog ini. Esensinya adalah mengubah segala hal yang kiranya menakutkan yang bersifat khusus (untuk sebagian orang), bisa berubah menjadi umum (untuk khalayak ramai). Terkadang, blog ini memberikan motivasi sesekali guna menguatkan hati mereka-mereka yang terpinggirkan oleh hagemoni kekuasaan.
Setiap orang mempunyai caranya masing-masing dalam mengekspresikan diri. Blog ini juga sama halnya dengan kehidupan yang penuh warna. Sebisa mungkin menyuguhkan semua hal yang berkaitan dengan apa=apa yang terjadi di dalam ruang lingkup sosial kaum jelata dan terbuang oleh zaman dan perkembangan.
Anekdot Negeri berupaya menyuguhkan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan, perkataan, perbuatan, dan pengalaman dari orang-orang yang terasingkan olelh majunya teknologi dan komunikasi.
Konsep kenegaraan dan kebangsaan akan kami angkat beberapa. Tetapi, akan kami bungkus dengan hal-hal yang bermuatan sindiran lucu, langsung kepada pejabat-pejabat yang bersangkutan. Sekilas mengenai website “Anekdot Negeri”…

Comments

Popular posts from this blog

Motivasi Hidup: Cebong vs Kampret

Pada suatu Rimba Raya hiduplah dua ekor makhluk hidup yang berbeda tempat. Dua makhluk itu kecebong dan kampret. Kehidupan mereka berdua berbeda alam. Kecebong hidup di air. Sedangkan kampret hidup di daratan. Mereka berdua bertemu saat kampret minum air di sungai yang kebetulan si cebong sedang asyik berenang dengan kawan-kawannya. Saling tertegun di antara mereka. “Hai, siapa kau?” Tanya kampret pada kumpulan cebong. “Kau yang siapa, seenaknya minum di sungai ini” Jawaban ketus dari salah satu cebong. “Seenaknya katamu?!Heh, Aku sudah sering minum dan istirahat di sungai ini. Toh ini kan untuk dinikmati bersama” Jawab kampret dengan nada esmosi. “Tak pernah lihat wajah jelek sepertimu sebelumnya, hahaha” Cletukan salah satu cebong membuat riuh yang mengakibatkan gelap tawa rombongan mereka. Sontak kampret menjawab perkataan cebong di tengah-tengah riuh tawa rombongannya. “Apa salahnya? Apa salahnya aku haus dan minum? Perkataan kampret membungkam riuh mereka. Semenjak kejadian itu, cebong d…

Ujian Akhir Sekolah (UAS) antara hidup dan mati

Kring…kring..kriing bel sekolah berbunyi menandakan siswa dan siswi untuk masuk kelas untuk Ujian Akhir Sekolah (UAS). Desas-desusnya ujian kali ini ketat se-level penjara federal. Karena siswa dan siswinya tidak boleh melakukan trik lama, yaitu mencontek atau sitilahnya ilmu tetangga. Sangking ketatnya, kemungkinan lolos mencontek hanya 99% saja. Mengapa tidak 100%? Karena yang Esa (satu) itu Tuhan. Hal inilah yang membuat para murid-murid ketakutan, bahkan sampai ada yang keringat dingin. “Pak, aturan UASnya memang begini kah dari pak Menteri? Tanya salah satu murid pada gurunya. “Yaa, begini nak. Lha emangnya bagaimana?” Jawab Guru. “Tahun kemarin kan kaka tingkat kami gak kayak gini loh pak” siswa tersebut nampak cemberut dan simpul di bibirnya simpul mati. “Yaa, mau bagaimana lagi nak. Bapak dan Ibu gurumu ndak bisa berbuat apa-apa, hanya menjalankan amanat dari atasan” Guru tersebut menerangkan alasan UAS mereka berbeda. “ehem..ehem..guk..gruk (suara daham seorang pengawas UAS memecah…

Sarkasme : RUU Permusikan

Pada suatu masa, ada seorang musisi yang mencari rejeki dari panggung yang satu ke panggung lainnya. Musisi tersebut sudah terkenal di seantero jagad pernikahan dan acara-acara undangan yang lainnya. Bukan karena wajahnya yang tampan dan tubuhnya tinggi semampai, tetapi karena berkat suaranya yang merdu lah dia dapat manggung dan menghidupi keluarga besarnya. Pada suatu ketika dia berkumpul dengan keluarga melihat siaran berita di televisi apa yang dilihatnya meubah segalanya. Sontak saja dia dan keluarga besarnya bingung dengan berita yang tayang tersebut. “Pak, bagaimana? Apa harus Papah berganti profesi saja jadi petani atau pengusaha saja?” Tanya Istri musisi tersebut. “Mungkin Negara kita ini mau berevolusi. Sampai harus membuat RUU Permusikan. Harus ini lah, harus itulah. Yang membuat jengah itu ya masa pelaku musik harus melalui uji kesetaraan lah, uji kompetensi lah. Masa Papah harus dites segala.” Jawab musisi tersebut. “Ya kalau Bapak mau sih ikut-ikut audisi yang kayak di acara…