Anekdot : Negeri Sampah Part. 1, Bahasa Indonesia



Anak-anak memiliki daya ingat yang sangat tajam. Karena itulah sering kali disebut dengan generasi emas. Pernah ada pepatah kuno yang berbunyi “belajar di waktu kecil, bagaikan mengukir di atas batu, belajar di waktu besar bagaikan mengukir di atas air.” Jadi apapun yang kita berikan atau kita sampaikan akan mudah diserap dalam imajinasinya. Maka dari itu berikan dan sampaikan hal-hal yang bermanfaat untuk masa depannya, karena akan mudah diingatnya.

Di suatu sekolahan TK (Taman Kanak-kanak) Ibu guru sedang menjelaskan mengenai cara menjaga lingkungan sekitar dari berbagai sampah. Saat Bu guru sedang menjelaskan mengenai cara menjaga lingkungan dari sampah ada salah satu murid yang bertanya.

Ucrit : “Bu, sampah itu apa sih sebenarnya? Aku ko masih bingun?”
Bu Guru : “Sampah itu merupakan segala benda yang sudah tidak terpakai dan tidak mempunyai nilai guna, Ucrit.”
Ucrit : “Ooo gitu ya Bu.”
Bu Guru : “Iya, Ucrit. Maka dari itu, kita harus senantiasa menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ya. Karena bersih itu indah. Dan ada hadistnya loh, kebersihan adalah sebagian dari iman.”
Semua murid : “Baik Bu Guru.”
Sepulang sekolah Ucrit ditemani Ayahnya, langsung menonton acara kesukaannya di televisi. Yaitu siaran berita nasional.
Ucrit : “Ayah, kenapa ada sampah di belita?”
Ayah Ucrit : “Mana sih nak? Acara TVnya kan tentang kasus korupsi?”
Ucrit : “Koluptol kan termasuk sampah, Yah. Tadi kata Bu Gulu di sekolahan yang tidak belguna itu namanya sampah. Jadi, koluptol itu sampah yang harlus dibuang.”

Ayah Ucrit cuman geleng-geleng mendengar perkataan anaknya tersebut.

Post a Comment

0 Comments